Senin, 03 Agustus 2020

BENUA AUSTRALIA

Menurut sejarah, benua Australia dihuni oleh penduduk asli yang bernama suku Aborigin, salah satu ras bangsa polinesia. Namun, setelah adanya eksplorasi dan ekspansi bangsa Eropa dalam menemukan “Dunia Baru,” lama kelamaan benua Australia merupakan salah satu tanah jajahan bangsa Inggris dan memasukkan benua Australia kedalam negara persemakmurannya, bersama Afrika Selatan, Malaysia, Hongkong, dan lainnya.

Setelah penaklukan benua Australia, Inggris menjadikan benua Australia sebagai ‘tanah pembuangan’ bagi para narapidana yang dianggap meresahkan masyarakat Inggris dan para pembangkan kerajaan Inggris ke benua ini. Kemudian, benua Australia menjadi tempat ras Eropa, selain suku Aborigin. Dalam pemaparan berikut ini dijelaskan mengenai karakteristik benua Australia yang meliputi berbagai fakta yang ada di benua Australia.

Letak Astronomis-Geografis

Berdasarkan kedudukan garis lintang astronomisnya, benua Australia terletak pada 10° LS-44°LS dan 113° BT-154° BT. Dari letak astronomisnya ini benua Australia terletak di bumi belahan selatan dan sebagian besar perbatasannya dikelilingi oleh samudera dan lautan yang mengitari benua ini.

Secara rinci, perbatasan yang dimiliki benua Australia ini dapat ditunjukkan sebagai berikut. Bagian Utara berbatasan dengan wilayah Indonesia yaitu Laut Arafuru dan Laut Timor. Pada bagian selatan berbatasan dengan Samudera Hindia dan Antartika. Di bagian barat berbatasan langsung dengan Samudera Hindia. Dan, di bagian timur berbatasan dengan Laut Coral, Laut Tasmania, dan Samudera Pasifik.

Bentang Alam Australia

Secara keseluruhan luas daerah Australia adalah sekitar 7.682.300 km2. Berdasarkan klasifikasi yang dibuat oleh ahli yang menganalisa struktur topografis benua Australia, benua ini dibedakan menjadi tiga bagian, yaitu bagian barat, bagian tengah, dan bagian timur dan tenggara. Bagian barat merupakan daerah yang memiliki dataran tinggi atau plato dengan kontur tanah yang agak kasar. Sedangkan di bagian timurnya merupakan daerah yang memiliki sifat kering dan tandus. Sehingga di bagian ini terdapat banyak sekali gurun yaitu Gurun Pasir Besar Australia, Gurun Gibson, dan Gurun Victoria.

Selain itu, komposisi bagian barat ini terdapat batu karang yang terbesar di dunia, yaitu Ayers Rock (Uluru) yang memiliki panjang sekitar 2,4 km, lebar 1,6 km dan tinggi 335 m. Bagian tengah benua Australia merupakan dataran rendah yang luas yaitu: dataran rendah Murray Darling. Di bagian tengah ini merupakan bagian yang sangat subur karena banyak dijumpai sungai dan danau antara lain: Sungai Darling dan Sungai Murray, yang merupakan sungai terpanjang di Australia, dengan panjang ± 2.570 km. Sedangkan danau terluas di Australia yaitu Danau Eyre.

Iklim

Secara umum, iklim yang terdapat di Benua Australia dibagi menjadi dua, yaitu iklim matahari dan fisis. Iklim matahari ini disebabkan karena letak astronomis benua Austaralia yang sebagain dekat dengan ekuator dan sebagian lagi jauh dari garis ekuator. Sehingga, iklim matahari ini terbagi menjadi tiga lagi, yaitu iklim tropis yang sebagian besar dialami oleh wilayah bagian utara Australia, iklim subtropics yang dialami oleh wilayah selatan Australia, dan iklim sedang yang dialami oleh wilayah di pulau Tasmania.

Sedangkan, iklim fisis berdasarkan pada bentang alam dan topografi yang ada di benua Australia sendiri. Iklim ini terbagi menjadi tiga tipe yaitu, iklim muson yang dialami oleh wilayah Australia bagian utara karena terpengaruh angin muson, iklim gurun yang dialami oleh wilayah Australia bagian barat dan tengah dimana dipengaruhi oleh kondisi gurun yang ada, dan iklim laut yang dialami oleh wilayah Australia bagian pesisir pantai timur yang banyak dipengaruhi oleh angin laut.

Populasi

Berdasarkan sejarahnya, benua Australia dihuni oleh suku asli Aborigin, namun seiring dengan perkembangan jaman benua ini juga dihuni oleh suku bangsa lainnya. Menurut data kependudukan tahun 2003 jumlah penduduk Australia adalah 19,9 juta dengan pertumbuhan penduduk sekitar 0,6 persen per tahunnya. Suku bangsa yang mendiami benua Australia antara lain suku bangsa Eropa (ras kulit putih), Asia (ras kulit kuning), dan Aborigin (ras Melanisia dan Polinesia).

Sistem Pemerintahan

Australia memiliki nama resmi yaitu the Commonwealth of Australia dengan beribu kota di Canberra. Bentuk negara adalah kerjaan constitutional dengan kepala negara adalah Ratu Elizabeth dan kepala pemerintahan adalah Perdana Menteri. Bahasa resmi yang digunakan di negara ini adalah Bahasa Inggris dengan agama mayoritas adalah Kristen. Mata uang yang berlaku adalah Dollar Australia dan memiliki lagu kebangsaan yaitu God Save the Queen.

Karakteristik lainnya

Selain karakteristik benua Australia tersebut di atas, benua Australia juga memiliki karakteristik yang lain, yaitu:

- Benua ini merupakan benua terkecil jika dibandingkan dengan luas wilayah benua lainnya;
- Benua ini hanya didiami oleh satu negara saja, berbeda dengan benua-benua lainnya yang dihuni oleh lebih dari satu atau beberapa negara;
- Benua ini adalah benua kedua yang terletak di bagian selatan setelah benua Antartika
Memiliki hewan endemik yang khas yaitu hewan kanguru, platypus (sejenis berang-berang), dan burung Kiwi;
- Merupakan benua yang memiliki suku asli yaitu Aborigin; dan
- Mayoritas penduduknya adalah ras kulit putih.
Pembagian Wilayah

Negara Bagian Australia

Berikut ini merupakan daftar nama negara bagian Australia lengkap beserta ibukotanya, luas wilayah, jumlah penduduk dan kode singkatannya update terbaru.

1. New South Wales
Ibukota : Sydney

Luas wilayah : 800.642 km persegi

Jumlah penduduk : 7,71 juta jiwa

Kode : NSW

2. Queensland
Ibukota : Brisbane

Luas wilayah : 1.703.648 km persegi

Jumlah penduduk : 4,83 juta jiwa

Kode : Qld

3. South Australia
Ibukota : Adelaide

Luas wilayah : 983.482 km persegi

Jumlah penduduk : 1,71 juta jiwa

Kode : SA

4. Tasmania
Ibukota : Hobart

Luas wilayah : 68.401 km persegi

Jumlah penduduk : 518 ribu jiwa

Kode : Tas

5. Victoria
Ibukota : Melbourne

Luas wilayah : 227.416 km persegi

Jumlah penduduk : 6,04 juta jiwa

Kode : Vic

6. Western Australia
Ibukota : Perth

Luas wilayah : 2.529.875 km persegi

Jumlah penduduk : 2,64 juta jiwa

Kode : WA

Wilayah di Australia
Berikut ini merupakan daftar nama teritorial dan wilayah di Australia lengkap beserta ibukotanya, luas wilayah, jumlah penduduk dan kode singkatannya update terbaru.

1. Australian Capital Territory
Ibukota : Canberra

Luas wilayah : 2.358 km persegi

Jumlah penduduk : 397 ribu jiwa

Kode : ACT

2. Northern Territory
Ibukota : Darwin

Luas wilayah : 1.349.129 km persegi

Jumlah penduduk : 244 ribu jiwa

Kode : NT

3. Jervis Bay Territory
Ibukota : Jervis Bay Village

Luas wilayah : 70 km persegi

Jumlah penduduk : 391 juta jiwa

Kode : JBT

4. Christmas Island
Ibukota : Flying Fish Cove

Luas wilayah : 135 km persegi

Jumlah penduduk : 2 ribu jiwa

Kode : CX

5. Cocos Islands
Ibukota : West Island/Pulu Panjang

Luas wilayah : 14 km persegi

Jumlah penduduk : 596 juta jiwa

Kode : CC

6. Norfolk Island
Ibukota : Kingston

Luas wilayah : 35 km persegi

Jumlah penduduk : 2 ribu jiwa

Kode : NF

7. Coral Sea Islands
Ibukota : Willis Island

Luas wilayah : 10 km persegi

Jumlah penduduk : –

Kode : WA

8. Ashmore and Cartier Islands
Ibukota : –

Luas wilayah : 199 km persegi

Jumlah penduduk : –

Kode : ACI

9. Heart Island and McDonald Islands
Ibukota : Atlas Cove

Luas wilayah : 372 km persegi

Jumlah penduduk : –

Kode : HM

10. Australian Antartic Territory
Ibukota : Davis Station

Luas wilayah : 5.896.500 km persegi

Jumlah penduduk : 1 ribu jiwa

Kode : AAT

Sabtu, 01 Agustus 2020

BENUA AFRIKA

Siapa yang tidak mengenal benua yang satu ini, dengan wilayahnya yang berbeda dengan benua lainnya. Kondisi geografis yang unik, penduduk yang memiliki warna kulit berbeda dan juga berbagai kelebihan yang memadukan antara keliaran dunia luar dan juga berbagai makhluk hidup yang mungkin tidak pernah bisa ditemukan di wilayah lainnya. Khusus untuk wilayah Benua Afrika membentang di belahan bumi utara dan juga selatan, mencakup daratan luas di barat daya Asia, dan pulau-pulau di sekitarnya. Sehingga jika dilihat dari peta, batasan antara Afrika dengan Asia memang agak samar namun tetap bisa dikenali.


Afrika adalah satu-satunya benua yang dilalui garis lintang 0 derajat atau bisa disebut sebagai khatulistiwa dan garis bujur 0 derajat, serta garis balik utara dan selatan sekaligus. Wilayah benua ini terbagi atas lima kawasan, diantaranya Afrika Utara, Afrika Barat, Afrika Tengah, Afrika Timur, dan Afrika Selatan.

Letak dan Luas Benua Afrika


Afrika menjadi benua terbesar ketiga di dunia setelah benua Asia dan Amerika. Dimana Afrika memang memiliki penduduk yang padat meskipun memiliki wilayah yang luas dan menempati urutan kedua penduduk terbanyak setelah Asia. Dengan luasan wilayah sekitar 30.224.050 km² ditambah dengan pulau-pulau yang berdekatan, Afrika meliputi 20,3% dari seluruh total daratan Bumi.
Meskipun begitu seperti yang kita ketahui bahwa benua ini mengalami banyak hambatan dan juga kendala mengenai kualitas hidupnya. Dengan 800 juta penduduk di 54 negara, benua ini merupakan tempat bagi sepertujuh populasi dunia.
Secara astronomis, Benua Afrika terletak di antara ± 35° LU – 33° LS dan ± 18° BT – 53° BT. Adapun beberapa batasan wilayah benua Afrika adalah :
1) Sebelah Utara berbatasan dengan Laut Tengah atau Laut Mediterania dan Benua Eropa.
2) Sebelah Timur berbatasan dengan Laut Merah dan Samudra Hindia.
3) Sebelah Selatan dan Barat ber-batasan dengan Samudra Atlantik.

Kondisi Fisik Benua Afrika


Sebagian besar wilayahnya merupakan dataran tinggi atau kebalikannya yakni bergurun. Namun di benua Afrika juga terdapat kawasan-kawasan subur di dataran rendah, misalnya di Lembah Sungai Nil dan Lembah Sungai Zaire yang merupakan lembah sungai terbesar kedua setelah Lembah Sungai Amazone. Jika dilihat dari kesuburannya tentu tidak mengalahkan benua lainnya yang sama-sama terlihat hijau.

Gurun di Afrika

Jika mengingat Afrika mungkin anda akan mengingat mengenai persebaran gurun di Benua Afrika. Dapat anda jumpai di sekitar garis balik Utara dan garis balik Selatan. Kawasan gurun di bagian Selatan memiliki posisi atau letak yang lebih tinggi dibandingkan dengan kawasan gurun di bagian Utara. Namun begitu, gurun di bagian Utara memiliki wilayah yang lebih luas. Gurun di wilayah Utara dikenal dengan sebutan Gurun Sahara (± 9.065.000 km²), membentang dari Senegal di Barat hingga Kenya di Timur. Adapun gurun di wilayah Selatan, yaitu Gurun Kalahari dan Gurun Namibia.

Gunung, pegunungan, dan plato di Afrika

Jika anda berjalan ke daerah Afrika Selatan maka anda akan menemukan banyak mata air dan aliran sungai dengan ketinggian antara 500 – 1.200 m dari permukaan laut, selain itu pada daerah tersebut banyak ditemukan plato serta pegunungan yang memang terkenal akan pemandangannya. Alasan inilah yang membuat Afrika Selatan lebih populer dibandingkan dengan bagian Afrika Selatan lainnya.
Plato yang populer antara lain : Plato Umbagi dan Plato Tassilin-Ajjer di Sahara, Plato Shaba di bagian Tenggara, Plato Lunda dan Plato Drakensberg di bagian Selatan, Dataran Tinggi Ethiopia di sebelah Timur, serta Plato Angola di bagian tengah.
Sedangkan untuk Pegunungan yang terdapat di Afrika, yaitu Pegunungan Atlas yang membentang dari Pantai Barat Laut Afrika hingga Tunisia dan Pegunungan Cape di bagian Selatan. Gunung di Afrika pada umumnya tidak aktif, namun masih ada beberapa yang aktif. Adapun titik tertinggi Afrika berada di Gunung Kilimanjaro (5.894 m) di Afrika Timur yang selalu tertutup salju.

Sungai dan danau di Afrika

Afrika terkenal akan sungai yang memiliki aliran air yang panjang dan indah, serta sungai yang besar. Sungai-sungai terkenal di Afrika adalah Sungai Nil yang panjangnya 6.500 km dan menjadi sungai terpanjang di dunia, kemudian ada Sungai Kongo, Sungai Orange di Afrika Selatan, Sungai Niger di Nigeria, dan Sungai Zambesi di Zambia. Beberapa aliran sungai tersebut dibendung untuk irigasi dan pembangkit listrik, misalnya bendungan Aswan yang membendung Sungai Nil dan bendungan Akosombo yang membendung Sungai Volta di Ghana.
Sedangkan untuk danau-danau di Afrika, yaitu Danau Victoria (± 69.484 km²) merupakan danau terbesar di Afrika, Danau Tanganyika, Danau Mobutu, Danau Rudolf, Danau Chad, dan Danau Zambesi. Selain itu, Afrika juga memiliki banyak air terjun besar, yaitu air terjun Tuguela di Afrika Selatan (984 m) dan air terjun Victoria (108 m) di Zimbabwe.

Flora dan fauna di Afrika

Kondisi flora dan fauna terkait dengan kondisi iklimnya. Di kawasan iklim hujan tropis (di bagian Afrika Tengah) terdapat variasi tumbuhan dan hutan hujan yang sangat lebat. Di bagian Utara dan Selatan (subtropis) terdapat stepa dan sabana yang luas, sedangkan di kawasan gurun hanya terdapat stepa dan tumbuhan kaktus.

Kondisi alam Benua Afrika sangat mendukung penyebaran fauna. Afrika mempunyai banyak jenis fauna, terutama hewan mamalia besar. Fauna khas Afrika, yaitu addax, zarafah, zebra, antilop, kuda nil, badak, dan gajah. Meskipun mempunyai kemiripan fisik dengan hewan-hewan sejenis di Asia, namun hewan-hewan Afrika memiliki ukuran tubuh yang relatif lebih besar daripada hewan-hewan sejenis di Asia.

Iklim Benua Afrika


Karakteristik Benua Afrika selanjutnya adalah iklim dari benua afrika. Karena luasan yang besar, sudah jelas benua Afrika memiliki berbagai iklim yang terdiri dari :
  • Daerah iklim sedang/subtropis yaitu meliputi daerah di pantai tenggara Afrika Selatan, wilayah selatan, dan garis balik selatan.
  • Daerah iklim tropis yaitu daerah di sekitar ekuator. Mengalami curah hujan yang teratur. Tapi, curah hujan semakin berkurang untuk daerah yang semakin jauh dari ekuator. Sepanjang pantai Afrika Barat, Kenya, Uganda, dan sebagian pantai di wilayah timur mengalami panas dan hujan sepanjang tahun.
  • Daerah iklim gurun jenis iklim yang satu ini terdapat di wilayah Afrika bagian utara (wilayah gurun) dan bagian barat daya benua. Daerah beriklim gurun bisa mengalami kering sepanjang tahun.
  • Daerah iklim mediterania jenis iklim yang satu ini terdapat di wilayah paling utara Afrika sekitar Laut Tengah.
  • Daerah iklim pegunungan jenis iklim yang satu ini terdapat di wilayah pegunungan/ tinggi.

Sosial dan budaya Benua Afrika


Karakteristik Benua Afrika selanjutnya adalah keadaan sosial dan juga budaya dari benua afrika. Bagi sebagian orang mungkin terdengar “rasis”. Namun konon benua hitam ini sudah ada julukannya sejak abad ke-19 dan saat itu disebutkan oleh bangsa Eropa pertama kalinya ketika mereka mencari daerah baru. Benua hitam ditemukan karena bangsa kolonial Eropa melihat penduduk Afrika yang notabene umumnya berkulit hitam. Selain itu para pembuat peta mengalami suatu kesulitan memetakan benua tersebut, khususnya gurun sub-sahara. Ada juga yang berspekulasi Afrika disebut benua hitam karena tanahnya berwarna hitam atau peta yang digambarkan berwarna hitam.
  • Jumlah penduduk Afrika pada pertengahan 2007 mencapai ±944 juta jiwa, termasuk benua terpadat kedua sesudah Asia. Wilayah dengan penduduk terpadat adalah Afrika Timur.
  • Penduduk benua hitam ini termasuk ras Negroid, yang kemudian terpecah-pecah lagi men-jadi banyak suku. Tapi, di benua ini juga tinggal bangsa-bangsa lain, seperti Arab, India, Melayu, serta masyarakat Eropa pendatang. Tahun 2007 jumlah penduduk Afrika mencapai 934.283.426 jiwa. Afrika termasuk benua dengan pertumbuhan penduduk yang tinggi.
  • Agama utama yang dianut penduduk di benua Afrika ialah Islam dan Kristen. Islam dianut oleh mayoritas penduduk wilayah Afrika Utara dan mempunyai perkembangan yang paling cepat. Agama Kristen yang datang dari Mesir dan daerah Ethiopia banyak dianut oleh masyarakat Afrika Tengah.
  • Selain bahasa lokal, di Afrika juga dipakai berbagai bahasa yang diwarisi dari zaman penjajahan. Misalnya, bahasa Perancis, Inggris, Spanyol, Portugal, dan Italia. Kata Afrika berasal dari bahasa Latin, Aprica yang berarti ‘bersinar’ atau bahasa Yunani Aphrike yang berarti ‘tanpa dingin’.

Perekonomian Benua Afrika


Perekonomian benua Afrika termasuk yang menengah kebawah hingga batas krisis. Semua ini dipengaruhi oleh banyak faktor, seperti halnya iklim, sebagian besar wilayah Afrika tergolong kering dan kurang potensial untuk digarap sehingga bertani tidak bisa dilakukan, peternakan hanya bisa dilakukan oleh beberapa hewan saja dan tidak semua hewan yang hidup di Afrika bisa dimanfaatkan. Kebanyakan adalah hewan liar atau hewan buas yang justru bersebrangan dengan manfaat manusia.
Namun meskipun hal tersebut terjadi, beberapa penduduknya tetap mengusahakan adanya penggarapan tanah dengan keadaan terbatas dan tanaman atau hewan yang tertentu saja. Sedangkan untuk Industri yang dikembangkan yaitu pengolahan tambang (emas, intan, tembaga, bijih besi, fosfat).

Pembagian Wilayah Benua Afrika

Benua Afrika Utara

• Aljazair, Libia, Maroko, Mesir, Sudan, Sudan Selatan, Sahara Barat, Tunisia

Benua Afrika Barat

• Benin, Burkina Faso, Gambia, Ghana, Guinea, Guinea Bissau, Liberia, Mali, Mauritania, Niger, Nigeria, Pantai Gading, Senegal, Sierra Leone, Tanjung Verde, Togo

Kawasan Benua Afrika Tengah

• Angola, Chad, Gabon, Guinea Khatulistiwa, Kamerun, Republik Demokratik Kongo, Kongo, Republik Afrika Tengah, Saotome Principe.

Kawasan Benua Afrika Timur

• Burundi, Djibouti, Eritrea, Ethiopia, Kenya, Komoro, Madagaskar, Malawi, Mauritius, Mozambik, Rwanda, Seychelles, Somalia, Tanzania, Uganda, Zambia.

Kawasan Benua Afrika Selatan

• Afrika Selatan, Bostawa, Lesotho, Namibia, Swaziland, Zimbabwe. 


Senin, 27 Juli 2020

LETAK DAN LUAS INDONESIA

PEMAHAMAN LOKASI MELALUI PETA

Definisi Umum Peta

Definisi atau pengertian peta dapat ialah sebuah gambaran muka bumi dalam sebuah bidang datar dengan terlebih dulu mengukurnya dalam skala tertentu dengan sistem proyeksi yang ditentukan.
Peta dapat disajikan dalam berbagai macam cara yang berbeda, baik itu peta konvensional yang dicetak dalam bidang kertas sampai dengan peta digital yang dapat ditampilkan dalam layar komputer atau bahkan gadget.
Peta sendiri berasal dari bahasa Yunani mappa yang mempunyai arti sebagai taplak atau kain penutup sebuah meja. Sedangkan secara umum, peta diartikan sebagai suatu lembaran baik itu seluruh ataupun sebagian muka bumi pada sebuah bidang datar yang diminimize dengan terlebih dulu diukur menggunakan skala tertentu.

Definisi Peta Menurut Ahli

Menurut Intenational Cartogrpahic Association yang disingkat ICA, peta adalah sebuah representasi ataupun gambaran dari berbagai macam unsur dan kenampakan bersifat abstrak dari muka bumi yang berkaitan langsung dengan permukaan bumi berikut benda benda lain yang ada di angkasa luar dan digambarkan pada sebuah bidang datar dengan diperkecil dan diberi skala yang terukur dengan metode tertentu.
Peta merupakan bentuk representasi dari dua buah dimensi dari gambaran tiga buah ruang dimensi. Ilmu yang mempelajari seluk beluk pembuatan peta disebut sebagai kartografi yang menjadi salah satu cabang ilmu geografi. Skala pada peta digunakan untuk menentukan seberapa besar ukuran obyek yang dipetakan dalam keadaan sebenarnya di lapangan. Sedangkan kumpulan dari banyak peta yang dijadikan satu disebut sebagai atlas.

Syarat Peta

Untuk dapat membuat peta, tentunya harus dipenuhi syarat syarat dibawah ini, yakni :

1. Conform

Conform, dimana bentuk dari peta yang digambarkan dan dibuat haruslah sebangun dan sesuai dengan keadaan aslinya di lapangan atau wilayah asalnya agar tidak menimbulkan kerancuan.

2. Equidistance

Equidistance, dimana jarak peta dapat dikalikan dengan skala yang telah diukur sesuai dengan jarak sebenarnya di lapangan atau wilayah asalnya.

3. Equivalent

Equivalent, dimana bidang yang disusun dan digambar dalam sebuah peta setelah dilakukan proses perhitungan melalui skala, adalah sama dengan apa yang ada di wilayah asal atau di lapangan.

Fungsi Dan Tujuan Pembuatan Peta

Peta memiliki banyak sekali fungsi dan tujuan antara lain :
  1. Memperlihatkan bentuk dengan jelas seperti bentuk benua, gunung, dll.
  2. Menunjukkan lokasi atau posisi relatif
  3. Memperlihatkan ukuran dengan skala tertentu
  4. Mengumpulkan serta menyelesaikan data-data dari suatu tempat untuk dianalisis
  5. Untuk meningkatkan produktivitas dan membantu pekerjaan (kontruksi, navigasi, cuaca, dll)

Jenis-Jenis Peta

1. Berdasar Isi

Peta dapat dibedakan berdasarkan isi, bentuk, dan skalanya. Berdasarkan isinya, peta dapat dibagi menjadi :

a. Umum

Peta umum, merupakan peta yang memberikan gambaran tentang seluruh macam dan bentuk kenampakan alam yang ada di muka bumi baik itu asli atau buatan. Peta umum dapat dibedakan lagi menjadi
  1. Peta dunia yang menggambarkan bentuk serta tata letak bumi berikut beberapa wilayah dalam dunia dengan jenis skala tertentu,
  2. Peta topografi yang meggambarkan muka bumi dengan reliefnya,
  3. Peta korografi yang menggambarkan permukaan bumi sebagian atau seluruhnya dengan skala yang kecil ukurannya.

b. Khusus

Peta khusus, merupakan peta yang memberikan gambaran tentang kenampakan alam tertentu di muka bumi.
Beberapa jenis dari peta tematik antara lain sebagai berikut:
  1. Peta curah hujan (isohyet)
Jenis dari peta tematik yang pertama adalah peta curah hujan atau yang disebut dengan peta isohyet. Peta tematik mengenai curah hujan ini merupakan peta khusus yang menampilkan mengenai informasi persebaran curah hujan yang ada di suatu wilayah, misalnya di Indonesia. Peta curah hujan ini menampilkan persebaran curah hujan secara mendetail di suatu wilayah. Peta curah hujan ini hanya akan berisikan mengenai curah hujan saja dan tidak ada hal- hal lainnya yang todak berhubungan dengan curah hujan.

  1. Peta kepadatan penduduk
Jenis peta khusus yang selajutnya adalah peta mengenai kepadatan penduduk. Peta kepadatan penduduk merupakan peta yang menggambarkan perbandingan jumlah penduduk di suatu wilayah dengan luas daerahnya. Peta kepadatan penduduk biasanya dibuat untuk kepentingan dinas sosial. Peta kepadatan penduduk hanya akan menampilkan mengenai jumlah penduduk saja, sehingga kita bisa melihat dengan jelas daerah- daerah mana saja yang memiliki jumlah penduduk tinggi dan daerah mana saja yang memiliki penduduk yang rendah (baca: penyebab kepadatan penduduk). Dan juga kita akan mengetahui daerah mana saja yang kepadatan penduduknya tinggi dan daerah mana saja yang kepadatan penduduknya rendah.


  1. Peta penyebaran hasil tambang
Jenis dari peta tematik selanjutnya adalah peta mengenai persebaran hasil tambang. Peta persebaran hasil tambang ini menyajikan suatu jenis tambang tertentu yang ada di suatu wilayah negara. Hasil tambang ini misalnya batu bara. Jadi dalam peta khusus mengenai batu bara akan kita melihat wilayah suatu negara (baca: julukan negara di dunia) dengan icon- icon yang menggambarkan batu bara di dalamnya, sehingga kita akan mengetahui daerah mana saja yang memiliki tambang batu bara terbanyak dan yang paling sedikit.

  1. Peta hasil pertanian
Selain penyebaran hasil pe pertambangan, jenis lain dari peta tematik adalah peta persebaran hasil pertanian. Seperti yang kita ketahui bersama bahwa sektor pertanian masih menjadi sektor andalan bagi perekonomian Indonesia (baca: pegunungan di Indonesia), maka dari itulah pastinya ada banyak daerah di Indonesia yang memiliki hasil pertanian. Peta tematik menyajikan persebaran hasil pertanian tertentu, misalnya adalah hasil pertanian berupa jagung, maka peta yang akan ditampilkan adalah daerah- daerah yang memanen jagung yang berada di suatu wilayah. Dengan demikian kita akan mengetahui dengan jelas daerah mana saja yang menghasilkan jagung dan yang tidak. Lebih akurat lagi kita akan mengetahi berapa jumlah jagung telah dipanen.


  1. Peta geologi
Jenis dari tematik yang selanjutnya adalah peta geologi. Sesuai dengan namanya, peta ini menyajikan segala yang berhubungan dengan keadaan geologi di suatu negara. Misalnya adalah keadaan geologi di Indonesia.


2. Berdasar Bentuk

Peta menurut bentuknya, dapat dibedakan menjadi berikut :
  1. Peta digital, yang digambarkan dalam sebuah aplikasi komputer atau Sistem Informasi Geografis yang disingkat sebagai SIG.
  2. Peta timbul atau relief yang memberikan gambaran tentang bentuk sebenarnya sebuah muka bumi.
  3. Peta datar yang menggambarkan bidang datar dalam dua dimensi dari muka bumi.

3. Berdasar Skala

Sedangkan jenis peta berdasarkan skala yang membaginya adalah sebagai berikut :

a. Peta Kadaster atau Peta Teknik

Peta ini mempunyai skala dari 1 : 100 hingga 1 : 5000 yang banyak sekali dipakai oleh beberapa instansi pemerintahan seperti Kementerian Dalam Negeri ataupun Kementerian Agraria dan Tata Ruang / Badan Pertanahan Nasional.

b. Peta Berskala Besar

Peta yang satu ini berskala 1 : 5000 sampai dengan skala 1 : 250.000 yang digunakan untuk memberikan gambaran tentang daerah yang sempit layaknya sebuah peta kecamatan.

c. Peta Berskala Menengah

Peta yang satu ini berskala 1 : 250.000 sampai 1 : 500.000 yang digunakan untuk memberikan gambaran tentang daerah yang lebih luas dari peta berskala besar, seperti dalam peta propinsi.

d. Peta Berskala Kecil

Peta yang satu ini berskala 1 : 500.000 sampai dengan 1 : 1.000.000 dan digunakan untuk memberi gambaran tentang daerah yang lebih luas, seperti peta benua ataupun peta dunia.
Komponen Peta
Sebuah peta terdiri atas beberapa komponen penyusunannya. Komponen penyusunannya terdiri atas judul peta, skala peta, orientasi utara, simbol peta, garis astronomis, inset, legenda, dan sumber peta.

1. Judul Peta
Judul peta adalah keterangan yang menunjukkan isi suatu peta. Sebagai contoh, judul sebuah peta, “peta persebaran hutan di Indonesia”, maka isi dari peta tersebut adalah berisi tentang sebaran hutan yang ada di Indonesia berupa luas hutan, jenis pohon dan lain-lain.

2. Skala Peta
Skala peta menunjukkan perbandingan antara jarak di peta dengan jarak sesungguhnya di lapangan atau jarak sebenarnya. Jika skala pada sebuah peta adalah 1 : 1000.000, memiliki arti objek yang jaraknya 1 cm di peta berbanding atau sama dengan 1.000. 000 cm atau 1 km di lapangan.
Skala peta dapat dibedakan menjadi skala angka dan skala garis atau grafis.
1). Skala angka
Skala angka berwujud perbandingan angka, misalnya 1: 10.000. Jika tidak disebutkan satuannya di belakang angka tersebut berarti satuan yang digunakan adalah cm, sehingga skala angka tersebut dibaca 1 cm di peta sama dengan 10.000 cm di lapangan.
2). Skala garis atau grafis
Skala grafis adalah skala peta yang berbentuk garis dengan ukuran tertentu. Skala grafis biasanya ada dalam kolom legenda.


Gambar Skala Grafis pada Peta

Jika skala grafis tersebut dibuat skala angka maka skalanya adalah 1 : 500.000, karena 1 cm di peta berbanding atau sama dengan 500.000 cm atau 5 km di lapangan.
Satuan dalam kilometer diubah menjadi sentimeter, sehingga 5 km jika diubah ke dalam cm menjadi 500.000 cm. Karena itu, skala peta menjadi 1 : 500.000.
3. Orientasi Utara

Sebuah peta harus memiliki orientasi arah utara agar pengguna peta dapat mengetahui arah letak suatu lokasi. Bentuk orientasi ditunjukkan oleh simbol berbentuk panah dengan bentuk yang bervariasi. Penempatannya pada kolom legenda atau pada bagian yang kosong di muka peta.

Gambar Beberapa contoh simbol orientasi utara pada peta


4. Simbol peta
Simbol peta adalah tanda khusus pada peta yang mewakili objek yang dipetakan. Tujuannya adalah untuk memudahkan pengguna peta dalam memahami isi peta. Berdasarkan bentuknya, simbol peta dapat dibedakan menjadi :
1). Simbol titik
Simbol titik pada peta dapat beragam bentuknya. Simbol titik dapat berupa lingkaran, bujursangkar, segitiga dan lainnya. Lambang ibukota biasanya diberi simbol bujursangkar, gunung api berbentuk segitiga dan ibukota kabupaten berbentuk lingkaran.

Gambar Simbol titik pada peta


2). Simbol Garis
Simbol garis dapat digambar dalam beragam bentuk dan ukuran ketebalan. Ketebalan garis dapat diatur sesuai dengan kaidah perpetaan. Simbol jalan biasanya berupa garis kontinyu (tanpa putus-putus) dengan ketebalan sesuai dengan kelas jalannya.

Gambar simbol garis pada peta



3). Simbol warna
Simbol warna digunakan pada peta dengan aturan tertentu. Karena ada aturan perpetaan maka tidak sembarang warna dapat digunakan untuk objek-objek tertentu.

Warna perairan (sungai, danau dan laut) diberi warna biru, jalan diberi warna merah, dan lain-lain. Warna ketinggian dan kedalaman disesuaikan dengan objeknya yang menunjukkan adanya perubahan secara teratur dan seterusnya. Misalnya kedalaman laut diberi warna biru dengan tingkat perubahan yang teratur dari biru terang ke biru gelap.

Gambar Simbol warna peta



4). Simbol Area
Objek yang digambar pada peta biasanya berupa ilustrasi dari objek yang ada di lapangan. Simbol area juga memiliki aturan tertentu dalam pemetaannya. Misalnya area berupa sawah digambarkan dalam bentuk polygon tertutup yang di dalamnya terdapat symbol tanaman padi.


5. Garis Koordinat
Garis koordinat adalah garis khayal pada peta berupa garis koordinat dalam bentuk garis lintang dan garis bujur. Garis koordinat sangat penting pada peta karena akan menunjukkan lokasi pada peta dibanding lokasi lainnya di permukaan bumi serta menggambarkan karakteristik suatu lokasi atau wilayah yang dipetakan. Suatu lokasi yang terletak pada lintang tropis akan memiliki karakteristik iklim tropis.



6. Inset
Inset merupakan peta kecil yang ada pada suatu peta untuk menunjukkan lokasi daerah yang dipetakan diantara lokasi lainnya yang lebih luas.

Gambar Inset pada peta



7. Legenda
Legenda menunjukkan keterangan semua objek yang ada pada muka peta. Pada legenda pembaca peta akan mengetahui tentang objek yang ada pada wilayah yang di petakan.

Gambar Legenda pada sebuah peta



8. Sumber Peta
Sumber peta menunjukkan orang atau lembaga yang membuat peta. Dari sumber peta inilah diperoleh informasi untuk pembuat peta, sehingga bisa dinilai kualitas peta yang dihasilkannya.

Manfaat Peta

Peta dibuat bukan tanpa manfaat, beberapa manfaat dari pembuatan peta antara lain :
  1. Dapat memberikan sebuah gambaran mengenai fisiografis suatu tempat di muka bumi ataupun suatu daerah dalam wilayah tertentu baik itu berupa iklim, jenis tanah, relief, vegetasi yang tumbuh, berikut relief suatu wilayah.
  2. Dapat menunjukkan sekaligus memberikan gambaran tentang letak dan lokasi dari kawasan tertentu berikut obyek geografis lain.
  3. Dapat menggambarkan ukuran baik itu bentuk, arah, jarak, dan luasan dari suatu obyek.
  4. Dapat digunakan untuk mengetahui keadaan sosial, ekonomi, dan budaya dari suatu daerah berupa persebaran dan jumlah penduduk.
  5. Dapat digunakan sebagai alat bantu dalam bidang pendidikan yang mempelajari tentang kenampakan permukaan bumi dan segala jenis fenomenanya yang terjadi.
  6. Dapat menjadi sebuah alat bantu dalam melakukan analisis di bidang penelitian.



Minggu, 26 Juli 2020

BENUA AMERIKA

BENUA AMERIKA





Karakteristik Benua Amerika
Benua Amerika sering juga disebut sebagai Benua Merah. Sebutan itu didapat karena benua tersebut terdapat Suku Bangsa Indian. Suku Indian tidak berkulit merah sebenarnya kulit mereka terlihat merah karena suku indian suka melumuri kulit dengan cat berwarna merah. Benua Amerika adalah suatu daratan yang sangat luas di bagian barat bumi, mencakup bumi belahan utara dan bumi belahan selatan. Wilayahnya dibagi menjadi Amerika Utara, Amerika Tengah, dan Amerika Selatan.
Benua ini walnya dijuluki dengan “Dunia Baru”. Benua ini dikenal sesudah kedatangan Columbus tahun 1492. Nama Amerika diambil dari Amerigo Vespucci seorang penjelajah berkebangsaan Itali.

Ciri-ciri Benua Amerika
1.    Letak Benua Amerika
Secara astronomis Benua Amerika terletak antara 830 LU – 550 LS dan 1700 BB - 350 BB. Amerika adalah benua terbesar sesudah Asia. Luasnya ±42.575.526 km2 .
2.    Batas benua Amerika
Sebelah Utara adalah Samudra Arktik. Sebelah selatan adalah Laut Weddel, Samudra Atlantik, dan Samudra Pasifik. Sebelah timur adalah Samudra Atlantik. Sebelah barat adalah Samudra Pasifik.
3.    Karakteristik Alam
Puncak tertinggi: Gunung Aconcagua (6.960 m). Bagian terendah: Death Valley (86 m di bawah permukaan laut). Sungai terpanjang: Sungai Amazon (6.300 km) Danau Terbesar: Danau Michigan (58.016 km2)

Bentang alam Benua Amerika
§   Bagian barat wilayah Benua Amerika didominasi oleh barisan pegunungan yang memanjang dari Alaska di utara hingga ujung Amerika Selatan di selatan.
§   Pegunungan yang utama yaitu Rocky Mountains (di wilayah Amerika Utara) dan Cordelleras De Los Andes (di wilayah Amerika Selatan). Jajaran pegunungan yang lebih kecil (dari utara hingga selatan) yaitu Alaska Range, Mackenziie Mountains, Coast Mountains, dan Sierra Madre Occidental.
§   Puncak tertinggi yaitu sebuah gunung Aconcagua (±6.960 m) yang terletak di Argentina. Pegunungan di barat Benua Amerika tersebut termasuk deretan pegunungan Sirkum Pasifik, yang gunung-gunung apinya tergolongmasih aktif.
§   Kebalikan dari bagian barat, bagian tengah hingga timur Benua Amerika relatif lebih landai membentuk suatu dataran dan pesisir pantai. Dataran rendah yang terkenal, misalnya dataran rendah di sekitar aliran sungai Missisipi (Amerika Utara) dan dataran rendah di sekitar aliran sungai Amazone (Amerika Selatan).
§   Di bagian tengah benua ini (Amerika Tengah) ditemukan plato, depresi, serta tanah genting. Misalnya Plato Tengah (2.500 m) bagian dari Pegunungan Mesa Central. Plato ini bersekat-sekat, dan melandai ke utara.
§   Depresi Celah Nicaragua ini memisahkan rangkaian pegunungan yang melintasi Guatemala, El Savador, dan Nicaragua. Depresi itu membentuk suatu dataran rendah dengan dua danau besar yakni Danau Managua dan Nicaragua. Tanah genting ditemukan di wilayah Panama.
§   Bagian utara wilayah benua ini didominasi oleh cekungan. Sebagian besar danau di benua ini terdapat di Amerika Utara. Danau utama yaitu Great Lakes (Danau Superior, Huron, Michigan, Ontario, Erie), adalah danau terbesar di dunia.
§   Sungai-sungai utama yag mengalir di wilayah benua ini yaitu Sungai Missouri, Mississippi, Sungai Rio Grande, Sungai Colorado, Sungai Hudson, Sungai Amazone, Sungai San Juan, Sungai dan Parana.
§   Titik terendah di Benua Amerika yaitu Death Valley (±86 m di bawah permukaan laut).



Sosial budaya benua Amerika
Sebelum kedatangan penjelajah dari Eropa (Portugis dan Spanyol), benua Amerika sudah berpenghuni. Di bagian utara terdapat bangsa Indian dan Eskimo, bagian selatan dihuni bangsa Inca, dan beberapa suku menghuni wilayah tengah.
Dari penyelidikan purbakala diketahui bahwa mereka bahkan sudah mempunyai kebudayaan tinggi. Misalnya, bangsa Inca di Peru, bangsa Astec di Meksiko, dan Chebche di Colombia.
Sesudah kedatangan bangsa Eropa dan migrasi bangsa Asia (ras Mongoloid), penduduk benua ini makin beragam ras, juga bahasa dan agamanya.
§   Jumlah penduduk Amerika pada pertengahan 2007 mencapai 904 juta jiwa. Wilayah dengan penduduk terpadat yaitu Amerika Selatan (Argentina, Brasil, Kolombia, dan lain-lain).
§   Agama utama Sebagian besar penduduk Amerika Tengah dan Selatan yaitu pemeluk Katolik Roma. Di wilayah bagian utara sebagian besar penduduk yaitu pemeluk Kristen Protestan.
§   Bahasa yang digunakan secara resmi yaituInggris dan Perancis. Tapi, beberapa bahasa lain juga bisa dijumpai seperti bahasa Spanyol dan Italia.

Perekonomian Amerika
Ingatlah, bahwa negara-negara di Amerika Utara tergolong negara maju. Kegiatan industri dan perdagangan menjadi penopang penting dalam perekonomian negara-negara di kawasan tersebut. Dalam kegiatan agraris pun (pertanian, peternakan, dan perikanan), konsep dan peralatan modern sudah diterapkan. Selain itu, kegiatan pertambangan dan pengolahannya juga berperan penting. Sebaliknya, beberapa negara di Amerika Selatan masih tergolong sebagai negara berkembang. Perekonomian didukung oleh suatu kegiatan pertanian dan perikanan, serta pertambangan.
  
Pembagian Wilayah Benua Amerika
Wilayah Benua Amerika, terbagi atas tiga wilayah,yakni sebagi berikut :
§   Wilayah Amerika Utara ini terbentang dari Kutub Utara ke selatan sampai dengan Jazirah Florida dan dari Samudra Pasifik ke timur sampai Samudra Atlantik, mencakup bagian utara Meksiko, Teluk Meksiko, daratan Amerika Serikat, Kanada, dan Kepulauan Arktik. Luas wilayah Amerika Utara ±24.500.000 km².
§   Wilayah Amerika Tengah ini meliputi suatu wilayah Kepulauan Karibia di Samudra Atlantik dan daratan Amerika Tengah, (mencakup seluruh Meksiko). Luas wilayah Amerika Tengah ±253.926 km²
§   Wilayah Amerika Selatan ini terbentang dari Terusan Panama sampai dengan Semenanjung Horn di selatan di wilayah Argentina. Wilayahnya meliputi yaitu Argentina, Brasil, Bolivia, Chili, Colombia, Ekuador, Guyana, Paraguay, Peru, Suriname, Uruguay, Venezuela, serta Guyana Prancis dan Kepulauan Falkland. Luas wilayah Amerika Selatan ±17.821.601 km².



GLOBALISASI

Globalisasi adalah suatu proses dimana semua penduduk di dunia ini bisa saling terhubung bertukar segala sesuatu tanpa terikat b...